Add Listing

Tanda-tanda hubungan tidak sehat

Tanda-tanda hubungan tidak sehat

Kita semua mungkin sadar bahwa setiap hubungan itu membutuhkan waktu, kerja, dan tenaga. Tapi, bagaimana kita tahu kapan suatu hubungan hanya sedang melewati masa sulit namun dapat berargumen secara sehat, atau kapan hubungan tersebut sudah menjadi hubungan yang beracun?

Karena, terkadang hubungan yang tidak sehat atau hubungan yang beracun (toxic relationship) menjadi sulit untuk diidentifikasi.

Maka dari itu di artikel ini, kami akan membahas apa itu hubungan beracun, dan apa saja tanda-tanda kalian berada di hubungan yang beracun/tidak sehat.

Apa itu hubungan beracun?

Hubungan beracun sering kali ditandai dengan perilaku merusak yang dilakukan secara berulang di antara pasangan, baik antara suami-istri maupun antara pacar. Meskipun setiap hubungan melalui naik dan turun, tapi hubungan beracun bisa sangat menguras tenaga bagi orang-orang di dalamnya. Hubungan beracun juga dapat merusak secara mental, emosional, dan bahkan mungkin secara fisik.

Apa saja tanda-tanda kalian sedang berada di dalam hubungan beracun?

  • Pasangan selalu mencari hal yang salah dengan kalian

Pasangan kalian mungkin selalu memberikan kritik yang tidak membangun, saran tanpa diminta, atau tidak mendukung minat atau hobi kalian.

  • Pasangan menyerang harga diri/kepercayaan diri kalian

Pasangan kalian mungkin suka omong hal seperti “Make-upnya menor banget sih.”atau “Baju itu jelek di kamu.”

Kalian mungkin akan merasa buruk tentang diri kalian sendiri, dan mulai meragukan diri sendiri. Kalian terus berpikir, “Apakah saya seburuk itu? Apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki diri agar pasangan senang?”

  • Ada ketidakseimbangan kuasa yang jelas

Secara ideal, hubungan sifatnya harus seimbang. Apabila yang satu terlalu berkuasa, sehingga kalian sampai merasa takut untuk mengungkapkan perasaan/pendapat kalian, maka hubungan kalian sudah beracun.

  • Pasangan terlalu mengatur dan cemburu secara berlebihan

Kalau pasangan kalian menelpon setiap saat, datang ke rumah tanpa memberikan kabar, curiga secara terus menerus, atau meminta untuk melihat isi chat, itu tanda hubungannya tidak sehat. Selain itu pelaku juga mungkin terlalu mengatur dan membatasi setiap aspek dalam hidup kalian, dan juga memaksakan untuk melakukan setiap kegiatan berdua.

  • Pasangan tidak mau bertanggungjawab atau mengakui kesalahannya

Pasangan kalian mungkin terus menyalahkan dirimu atau orang lain atas suatu hal, dan tidak mau menerima kritik terhadap diri mereka sendiri. Selain itu, sering kali juga mereka malah menyalahkan kalian sekalipun mereka yang menyakiti perasaan kalian.

  • Pasangan terus-menerus mendiamkan kalian ketika ada masalah

Mungkin pasangan kalian tidak mendengarkan dan tidak mau berbicara ketika terdapat suatu masalah, bertindak tidak responsif, atau bahkan meninggalkan kalian ketika sedang berdiskusi suatu hal penting.

  • Sensitif yang berlebihan

Pasangan kalian mungkin mudah merasa tersinggung dan marah atas perilaku kalian yang menurut mereka tidak benar. Sehingga, kalian merasa harus selalu berhati-hati dalam berbicara dan berperilaku.

  • Berperilaku tidak baik terhadap hewan, anak-anak, atau orang yang pelaku anggap posisinya ada di bawah mereka

Kalau pasangan kalian suka marah-marah terhadap pelayan karena salah mengantarkan makanan, bersikap kasar terhadap kucing jalanan yang meminta makan, atau memarahi secara berlebihan anak-anak yang dianggap berisik dan mengganggu pelaku, itu juga tidak baik dan ujung-ujung mungkin akan berdampak kepada kalian juga.

  • Ancaman kekerasan

Kalau pasangan kalian pernah mengancam untuk melakukan tindak kekerasan apabila kalian tidak mengikuti permintaannya, itu merupakan tanda bahaya.

Carilah orang yang akan mendengarkan cerita kamu.

Pentingnya mencari bantuan

Jika kalian atau seseorang yang kalian kenal mengalami salah satu atau lebih perilaku yang disebutkan di atas, kalian perlu sadar bahwa ada kemungkinan kalian mengalami kekerasan dan sedang berada di dalam hubungan yang beracun.

Kami paham bahwa bercerita atau meminta bantuan terkadang terasa sulit, namun apabila kalian membutuhkan bantuan, konseling, atau pendampingan, ada banyak lembaga layanan di seluruh Indonesia yang bisa membantumu.

Atau jika kalian melihat tanda-tanda ini pada diri kalian sendiri, sebaiknya kalian mencari bantuan seperti konseling agar dapat berubah dan menghindari diri menjadi pelaku kekerasan. Ada juga lembaga layanan yang bisa membantu kamu.

Tags:
Prev Post
Apa itu kekerasan berbasis gender?
Next Post
Bagaimana cara melawan rape culture dan victim blaming?

Add Comment

Your email is safe with us.

Skip to content